Cara Setting Garis Footnote atau Catatan Kaki dari Kiri ke Kanan di MS Word

Cara Setting Garis Footnote atau Catatan Kaki dari Kiri ke Kanan di MS Word itu gimana caranya pak? Ada pertanyaan dari mahasiswa saya di Kampus Siman - UNIDA Gontor, bagaimana cara merubah garis footnote yang ada di sebelah kiri menjadi di sebelah kanan. Saya yang selalu menulis naskah dengan style dari kiri ke kanan (Left to Right - LTR) perlu mencari tahu cara menjawab pertanyaan dari mahasiswa saya tersebut.
Saya sadar, mereka adalah mahasiswa santri yang sering menggunakan bahasa Arab. Penulisan dari kanan ke kiri umumnya memang digunakan untuk teks yang berbahasa Arab. Menulis artikel dalam bahasa Arab memang kaidahnya dari kanan ke kiri (RTL atau right to left).Berikut ulasannya.

Tulisan teks atau naskan yang berbahasa arab dimulai dari kanan ke arah kiri. Tapi yang menjadi masalah adalah ketika menyisipkan catatan kaki (footnote) garis footnotenya berada di sebelah kiri. Lalu bagaimana caranya agar garis footnote juga mengikuti kaidah dari  dari kanan ke kiri?

Setelah sekian lamanya mengotak atik MS - Word 2007 akhirnya alhamdulilah saya temukan juga caranya, cayanya seperti berikut ini :
Sediakan file ketikan yang akan di beri footnote seperti di bawah ini


Setelah footnote terbentuk, lalu pilih Draft yang berda di sudut sebelah kanan bawah dari tampilan MS-Word anda seperti berikut ini


Setelah itu akan tampil di layar seperti berikut ini

Setelah itu klik kembali Insert Footnote(seperti kita memasukkan footnote pertama kali tadi) maka akan tampil di layar seperti berikut ini :


Setelah tampil kemudian pilih tanda panah yang terdapat di All Footnotes kemudian pilih
Footnote Saparator

Kemudian akan tampil gambar seperti berikut :

Setelah itu pilih home, kemudian plih Right-to-Left text Direction

Setelah itu secara otomatis, garis footnote kita akan berpindah ke sebelah kanan seperti berikut :


Setelah itu kita kembalikan format MS – Word kita seperti semula dengan cara memilih Print Layout, yang terdapat di sebelah kanan bawah dari MS-Word kita :

maka MS-word kita akan kembali seperti semula. Lihatlah garis footnote kita akan berobah secara otomatis ke sebelah kanan seperti berikut ini

Seperti inilah hasil akhirnya:


Dikutip dari afrizaldaonk.blogspot.co.id/2011/04/memindahkan-gari-foot-note-dari-kiri-ke.html
Computer Vision: Presentasi Ilmiah Shoffin Nahwa Utama - Teknik informatika UNIDA Gontor

Computer Vision: Presentasi Ilmiah Shoffin Nahwa Utama - Teknik informatika UNIDA Gontor

Presentasi Computer Vision disampaikan oleh Shoffin Nahwa Utama - Teknik informatika UNIDA Gontor. Presentasi ilmiah ini merupakan kegiatan rutin dosen di lingkungan fakultas sains dan teknologi universitas darussalam gontor. Pada kesempatan ini, Bpk Shoffin Nahwa menyampaikan bahwa Computer vision adalah cabang dari ilmu komputer yang menggunakan komputer dan mesin vision. Berikut adalah proses yang terlibat pada computer vision

Proses pada Computer Vision

  1. Image capture. Pada proses ini, device seperti kamera menangkap gambar dan direkam
  2. Image processing. Pengolahan terhadap gambar yang telah ditangkap, misalnya dengan pembersihan dari noise
  3. Image analysis. Eksplorasi image yang dikombinasikan dengan pemrograman (bilangan biner). Identifikasi dan investigasi dilakukan terhadap image yang telah diproses.
  4. Image understanding. Teknik kecerdasan buatan digunakan dalam proses ini.

Penjelasan Lebih Detil tentang Computer Vision

Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sedangkan sebagai disiplin teknologi, computer vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem computer vision.

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati. Cabang ilmu ini bersama Artificial Intelligence akan mampu menghasilkanVisual Intelligence System. Perbedaannya adalah Computer Vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati. Namun komputer grafik lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafik komputer adalah grafik komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafik komputer 3D, pemrosesan citra, dan pengenalan pola. Grafik komputer sering dikenal dengan istilah visualisasi data.

Kombinasi Proses dalam Computer Vision

  • Pengolahan Citra (Image Processing), bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. 
  • Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.
Hubungan dari kombinasi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :


Fungsi  atau Proses yang terlibat dalam Computer Vision

Untuk menunjang tugas Computer Vision, terdapat beberapa fungsi pendukung ke dalam sistem ini, yaitu :
  1. Proses penangkapan citra (Image Acquisition). Image Acqusition pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak. Senada dengan proses di atas, computer vision membutuhkan sebuah mata untuk menangkap sebuah sinyal visual. Umumnya mata pada computer vision adalah sebuah kamera video. Kamera menerjemahkan sebuah scene atau image. Keluaran dari kamera adalah berupa sinyal analog, dimana frekuensi dan amplitudonya (frekuensi berhubungan dengan jumlah sinyal dalam satu detik, sedangkan amplitudo berkaitan dengan tingginya sinyal listrik yang dihasilkan) merepresentasikan detail ketajaman (brightness) pada scene. Kamera mengamati sebuah kejadian pada satu jalur dalam satu waktu, memindainya dan membaginyamenjadi ratusan garis horizontal yang sama. Tiap‐tiap garis membuat sebuah sinyal analog yang amplitudonya menjelaskan perubahan brightness sepanjang garis sinyal tersebut. Kemudian sinyal listrik ini diubah menjadi bilangan biner yang akan digunakan oleh komputer untuk pemrosesan. Karena komputer tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter (ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer. ADC ini akan mengubah sinyal analog yang direpresentasikan dalam bentuk informasi sinyal tunggal ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner. Bilangan biner ini kemudian disimpan di dalam memori dan akan menjadi data raw yang akan diproses. 
  2. Proses pengolahan citra (Image Processing). Tahapan berikutnya computer vision akan melibatkan sejumlah manipulasi utama (initial manipulation) dari data binary tersebut. Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan di olah lebih jauh secara lebih efisien. Image processing akan meningkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n). Sinyal‐sinyal tersebut adalah informasi yang akan merepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensi, kekurangpengaburan, yang terjadi pada sebuah objek. 
  3. Analisa data citra (Image Analysis). Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk mengidentifikasi fitur‐fitur spesifik dan karekteristiknya. Lebih khusus lagi program image analysis digunakan untuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalam image. Sebuah tepian (edge) terbentuk antara objek dan latar belakangnya atau antara dua objek yang spesifik. Tepi ini akan terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan level brightness pada sisi yang berbeda dengan salah satu batasnya. 
  4. Proses pemahaman data citra (Image Understanding). Ini adalah langkah terakhir dalam proses computer vision, yang mana spesifik objek dan hubungannya diidentifikasi. Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknik-teknik artificial intelligent. Understanding berkaitan dengan template matching yang ada dalam sebuah scene. Metoda ini menggunakan program pencarian (search program) dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques). 

Contoh aplikasi dari Computer Vision 

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain:
  1. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
  2. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
  3. Optical Character Recognition – text reading 
  4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images 
  5. Robotic – navigation and control
  6. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control 

Referensi: https://eziekim.wordpress.com/2011/11/23/computer-vision/

Tata Cara Etika Mengemudi di Denmark

Seorang pengguna facebook memberikan komentar di halaman fans page Ayah Edy. Beliau sharing sharing tentang tata cara etika mengemudi di Denmark, Eropa. Kemungkinan besar kondisi nyata di lapangan (Indonesia) sedikit berseberangan dengan kondisi di Denmark. Yuk kita simak sharingnya berikut ini

Saya yg kebetulan tinggal di Denmark, saat ini sedang apply utk mendapatkan SIM. Saya memiliki SIM Indonesia sudah 28 thn. Disini sy harus melalui sekolah menyetir untuk mendapatkan sebuah kartu kecil yg namanya SIM dengan melewati sekolah teori dan praktek. Bukunya lumayan tebal utk teori dan jangan harap ada hengki pengki bayar under table. Yang saya harus pelajari dalam teori :
1. Mesin mobil secara basic
2. Pertolongan pertama pd kecelakaan
3. Etika berkendaraan dan rambu2nya.

Diluar itu kita wajib dpt surat keterangan dr dokter bahwa kita LAYAK menyetir ( di tes mata, pendengaran, reaksi )
Ujian praktek akhir adalah duduk dengan polisi langsung di dlm mobil dan beliau yg memberi penilaian.

Saya tanya dengan gurunya, kenapa harus mempelajari fungsi mesin secara basic dan pertolongan pertama. Jawaban beliau:karena tanggung jawab adalah di PENGEMUDI bukan di pemilik mobil (kl kita pinjem mobil orang). Utk belajar pertolongan pertama diharapkan saat kecelakaan kita bs memberikan pertolongan emergency. Biaya kursusnya sendiri kalau di rupiahkan smp Rp 20 juta , diluar dokter dan SIM nya sendiri.
Intinya: pengemudi harus bertanggung jawab dan beretika di jalan. Menyalib pun ada aturannya.


Sekarang saya mengerti betapa pentingnya tanggung jawab sebagai pengemudi disini dan mereka cukup beretika. Menyedihkan kalau di Indonesia utk dapat SIM aja gampang mendapat "bantuan" dilapangan (entah situasi sekarang).

Nyawa manusia melayang hanya karena emosi yg tidak terkontrol dan tidak punya etika berkendara. 


Berikut ini adalah screen capture yang saya ambil.
Tata Cara Etika Mengemudi di Denmark
Semoga tata cara etika mengemudi di Denmark dapat menular di Indonesia. Ambil yang baiknya saja ya.

Mengatasi Penipuan Toko Online Jual Elektronik

Seorang pengguna facebook yang mengetahui modus penipuan toko online yang menjual barang elektronik dan gadget seperti Handphone melakukan tindakan usil untuk mengatasi sang penipu dan semoga sang penipu tersebut jera. Berikut adalah kronologisnya.

Pada awalnya, si pengguna facebook mendapatkan promosi palsu yang dikirimkan sang penipu. Karena sudah tahu bahwa dirinya akan ditipu, timbul niat untuk mengerjai penipu tersebut. Si pengguna facebook pun merespon sang penipu dengan menanyakan harga. Tawar menawar pun terjadi. Harga barang yang awalnya jutaan akhirnya menjadi lima puluh ribu rupiah. Hal tersebut membuat penipu geram dan mengumpat si pengguna facebook. Berikut hasil screenshot yang diunggah ke halaman facebook.















Mungkin banyak dari anda yang sering mendapatkan pesan seperti tersebut via facebook atau pun email. Abaikan saja atau tanggapi just for fun. Semoga kita terhindar dari segala bentuk penipuan

Tegangan Antarmuka dan Cara Mengukurnya

Tegangan antarmuka atau interfacial tension(IFT) adalah ukuran kohesif energi pada antarmuka yang timbul karena ketidakseimbangan gaya diantara molekul pada antarmuka zat (gas / cair, cair/cair, gas/padat, cair/padat). Ketika dua fase yang berbeda (gas/cair, cair/cair, gas/padat atau cair/padat) mengadakan kontak satu sama lain, maka molekul-molekul pada antarmuka mengalami ketidakseimbangan gaya yang akan menyebabkan akumulasi energi bebas pada antarmuka.

Kelebihan energi pada permukaan tersebut dinamakan energi bebas permukaan (surface free energy) dan bisa diukur sebagai ukuran energi/daerah yaitu energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan luas permukaan antarmuka/kontak. Hal ini juga menggambarkan situasi terbentuknya tegangan garis atau tegangan antar muka (IFT), yang dihitung sebagai suatu gaya. Gaya ini cenderung untuk meminimalkan area permukaan, sehingga menjelaskan fenomena tebentuknya tetesan cairan dan gelembung udara berbentuk bulat. Satuan umum untuk tegangan antar muka (IFT) yang dynes / cm atau mN / m. Unit tersebut memiliki nilai yang setara.

Metode spinning drop adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tegangan antar muka. Pada dasarnya, pengukuran IFT dilakukan dalam tabung berputar horizontal yang berisi cairan. Satu tetes fluida lainnya ditempatkan di dalam cairan tersebut. Rotasi tabung yang horizontal menciptakan gaya sentrifugal ke arah dinding tabung, bulatan (droplet) cairan akan mulai memanjang dan perpanjangan ini akan berhenti bila tegangan antarmuka dan gaya sentrifugal yang seimbang. Nilai ini diperoleh pada titik ekuilibrium yang digunakan untuk memperkirakan tegangan permukaan cairan tertentu dengan menggunakan korelasi yang sesuai. Perangkat yang disebut "spinning drop tensiometer " umumnya digunakan untuk tujuan ini.

Metode spinning drop biasanya lebih disukai untuk pengukuran akurat dengan nilai IFT kurang dari 10^2 mN/m. Hal ini karena pembatasan dalam korelasi dimana diperlukan cukup elongasi cairan. Hal ini mengacu pada penggunaan cairan dengan tegangan antar muka rendah atau bekerja pada kecepatan angular yang sangat tinggi. Metode ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti mengukur tegangan antar muka campuran polimer dan kopolimer. Prinsip kerja alat yang digunakan dapat dilihat pada Gambar berikut
Dimana persamaan Vonnegut digunakan untuk melakukan perhitungan IFT

Keterangan:
ω : (kecepatan angular) angular velocity
Δρ : perbedaan densitas antara kesua fluida
R : radius atau jari jari droplet

Referensi:
1. Buku yang sudah lupa judulnya
2. "Spinning Drop Method". En.wikipedia.org. N.p., 2017. Web. 18 Mar. 2017.

Artikel di update 18 Maret 2017
Masukan dan saran untuk perbaikan artikel ini silkan anda masukkan di kolom komentar

TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GELATIN

Pada umumnya semua bagian tubuh hewan mengandung kolagen dengan jumlah yang bervariasi. Variasi kandungan kolagen dan ketersediaan bahan baku secara kontinyu merupakan faktor penting yang menentukan pemilihan bahan baku gelatin. Penyebaran kolagen pada beberapa jaringan mamalia disajikan pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Penyebaran Kolagen dalam Berbagai Jaringan Mamalia

Bahan baku kulit dan tulang merupakan bahan baku terbesar yang digunakan oleh industri gelatin karena memiliki kandungan kolagen yang lebih tinggi, tersedia dalam jumlah besar dan dapat bersifat kontinu. Proses produksi gelatin untuk tulang dan kulit relatif sama kecuali pada tahap persiapan bahan baku, dimana bahan baku tulang memerlukan proses demineralisasi sebelum diolah menjadi gelatin.

TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GELATIN


Menurut Hinterwaldner (1977), proses produksi utama gelatin dibagi dalam tiga tahap utama, yaitu : 1) tahap persiapan bahan baku, 2) tahap konversi kolagen menjadi gelatin dan 3) tahap pemurnian gelatin dengan penyaringan dan pengeringan. Persiapan bahan baku terdiri dari pengecilan ukuran, pencucian dan penghilangan lemak (degreasing). Perendaman dilakukan menggunakan larutan asam atau basa kuat sehingga terjadi proses soaking (pembengkakan) yang akan memudahkan proses ekstraksi. Ekstraksi gelatin dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh optimal. Selanjutnya larutan gelatin dimurnikan dengan penyaringan dan pengeringan hingga kadar air produk akhir mencapai 9-16%. Diagram alir proses produksi dan flow sheet pada industri gelatin dapat dilihat pada Gambar 2.1 dan 2.2.
Gambar 2.1. Diagram alir proses produksi gelatin (Hambali, 2001)

Gambar 2.2. Alur Proses Produksi gelatin

Apa itu Gelatin dan Apa Fungsi dan Kegunaan Gelatin

Apa itu Gelatin? Gelatin adalah senyawa turunan protein yang dihasilkan dari serabut kolagen jaringan penghubung, kulit, tulang dan tulang rawan yang dihidrolisis dengan proses asam atau basa (Charley, 1982). Pada umumnya, sumber utama bahan baku gelatin komersial berasal dari tulang sapi, kulit sapi, kulit babi dan ikan (NOSB TAP Review, 2002). Karena diambil dari jaringan kolagen, maka sifat fisiknya mirip dengan kolagen atau agar-agar yaitu tak berwarna dan tembus cahaya (jika dilarutkan), tak berasa dan umumnya berbentuk serbuk.
Gelatin adalah senyawa turunan protein yang dihasilkan dari serabut kolagen jaringan penghubung, kulit, tulang dan tulang rawan yang dihidrolisis dengan proses asam atau basa (Charley, 1982)

Jenis Gelatin

Berdasarkan proses pembuatannya, gelatin dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu gelatin tipe A dan B. Pada gelatin tipe A, bahan baku diberi perlakuan perendaman dalam larutan asam anorganik seperti asam klorida, asam sulfat, asam sulfit atau asam fosfat sehingga proses ini dikenal dengan sebutan proses asam, sedangkan pada gelatin tipe B, bahan baku diberi perlakuan perendaman dalam air kapur (proses alkali). Proses pembuatan gelatin dengan menggunakan asam lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan basa.

Ada pendapat lain tentang jenis gelatin. Gelatin type A dikatakan berasal dari babi, sedangkan gelatin type B diperoleh dari hewan "bovine" seperti sapi, lembu/kerbau dan kambing. Gelatin type A lebih populer dan lebih mudah diperoleh melalui impor. Hal tersebut karena negara yang mengembangkan gelatin umumnya adalah negara non muslim dan babi merupakan hewan ternak yang utama di negeri tersebut. Oleh karenanya, penduduk Indonesia yang beragama Islam harus memperhatikan halal tidaknya gelatin yang digunakan, terutama jika diperoleh dari import


Bahan Baku Pembuatan Gelatin

Kolagen sebagai salah satu protein yang menyusun jaringan tubuh makhluk hidup diolah menjadi gelatin melalui perlakukan kimia dan thermis. Konvesi kolagen menjadi gelatin merupakan melibatkan reaksi pemutusan ikatan kolagen oleh asam atau basa kuat yang diikuti dengan pemasanan. Pada umumnya proses produksi gelatin dilakukan secara bertahap (multistage extraction) dengan suhu yang relatif rendah (50-60 0C). Tahap pemurnian dan pengeringan gelatin juga dilakukan dengan suhu yang terkendali untuk mengurangi resiko kerusakan produk, sehingga mempunyai aplikasi yang lebih luas.

Tingginya kandungan nutrisi penyusun gelatin menyebabkan penanganan gelatin harus dilakukan secara higienis karena mudah terserang mikroorganisme. Kontaminasi mikroorganisme dapat menyebabkan terjadinya penambahan senyawa lain yang merusak gelatin seperti asam dan enzim proteolitik. Enzim proteolitik merusak atau menguraikan protein gelatin sedangkan asam dapat menggumpalkan protein sehingga fungsinya menjadi terganggu (Ward dan Courts, 1977).

Fungsi dan Kegunaan Gelatin

Fungsi dan kegunaan gelatin sangatlah beragam dan luas terutama dalam industri pangan. Gelatin dapat diaplikasi pada produk pangan dan non pangan. Pada produk pangan, gelatin dimanfaatkan sebagai bahan penstabil (stabilizer), pembentuk gel (gelling agent), pengikat (binder), pengental (thickener), pengemulsi (emulsifier) dan perekat (adhesive) (Poppe, 1992). Gelatin juga termasuk golongan surfaktan (surface active agents) karena kemampuannya untuk menurunkan tegangan antar muka. pada produk non pangan, gelatin digunakan dalam industri fotografi dan pelapisan logam dalam industri elektroplating (Ward dan Courts, 1977).

Gelatin banyak digunakan pada:
  1. Industri permen
  2. Industri pembuatan puding, kue dan pai
  3. Produk olahan daging seperti baso, sosis, burger dll 
  4. Industro olahan susu dan minyak seperti yogurt, keju dan mentega
  5. Industri Es krim

Permintaan gelatin di Indonesia cenderung meningkat seiring dengan perkembangan trend pola konsumsi masyarakat. Sampai saat ini kebutuhan gelatin di Indonesia dipenuhi dari produk impor, sehingga menimbulkan polemik di masyarakat tentang kehalalannya. Sebagian besar industri gelatin yang ada menggunakan kulit babi sebagai bahan bakunya. Produksi gelatin di dunia berdasarkan wilayah dan penggunaan bahan bakunya dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Produksi gelatin di dunia berdasarkan wilayah, b). Sumber bahan baku industri gelatin (www.gelatine.org)

Gelatin Halal di Indonesia

Tingginya penggunaan kulit babi sebagai bahan baku gelatin telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.
Berdasarkan data BPS, impor gelatin Indonesia mengalami peningkatan rata–rata sekitar 15,37 % pertahun (BPS, 2003). Tingginya permintaan gelatin tersebut memberikan peluang untuk didirikannya industri gelatin berskala besar di Indonesia. Peluang tersebut didukung pula oleh tersedianya bahan baku untuk pembuatan gelatin yang cukup besar.

Gelatin dapat dibuat dari bahan baku kulit dan tulang hewan (babi, sapi, domba, pari, cucut, unggas dll). Salah satu bahan baku yang potensial di Indonesia yang dapat dijadikan bahan baku industri gelatin adalah kulit split. Berdasarkan data BPS (2000), jumlah produksi kulit sapi bahan kerupuk (kulit split) pada tahun 1999 sebesar 3.657 ton.

Usaha untuk mendirikan industri gelatin telah dirintis sejak tahun 2004 oleh salah satu perusahaan penyamakan kulit, yaitu PT. Muhara Dwitunggal Laju yang berlokasi di Kp.Sarongge Desa Citeureup. Sampai saat kegiatan pengembangan divisi pengolahan gelatin masih pada tahap rekontruksi pabrik dan pengadaan alat produksi. Skala produksi gelatin yang direncanakan adalah sebesar 15 ton kulit split perbulan. Pengembangan industri gelatin di PT. Muhara merupakan hasil kerjasama teknologi dengan dengan BPPT pusat.

Semoga artikel tentang Apa itu Gelatin dan Apa Fungsi dan Kegunaan Gelatin bermanfaat buat anda. Silakan berikan komentar, jika anda punya pengalaman terkait gelatin

Rekayasa Proses Produksi Biodiesel dari Jarak Pagar

Rekayasa Proses Produksi Biodiesel dari Jarak Pagar
Rekayasa Proses Produksi Biodiesel dari Jarak Pagar ini merupakan judul tulisan yang disajikan untuk tugas mata kuliah REKAYASA  PERANCANGAN PROSES dengan sub topik pemilihan produk yang akan dirancang proses produksinya. Ulasan ringkasnya adalah sebagai berikut:

Pemikiran yang mendasari Rekayasa Proses Produksi Biodiesel dari Jarak Pagar


Bahan bakar merupakan komponen penggerak mesin, kendaaran dan peralatan bermotor. Sebagai sumber energy, bahan bakar yang telah dikembangkan dan lama digunakan adalah bahan yang berbasiskan pada bahan bakar fosil. Dipandang dari segi kontinyuitas, bahan bakar fosil sifatnya tidak terbarukan sehingga untuk jangka panjang bahan bakar fosil diperkirakan akan habis. untuk memproduksi kembali bahan bakar fosil tersebut, diperlukan waktu jutaan tahun. dengan demikian, bahan bakar fosil tersebut dianggap sebagai sumber energy yang tak terbarukan.

Berbeda dengan bahan bakar fosil, biodiesel merupakan bahan bakar yang sifatnya terbarukan. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternative yang diarahkan untuk mensubstitusi bahan bakar “solar” untuk mesin diesel. Biodisel dapat dihasilkan dari berbagai bahan nabati dan hewani, seperti minyak nabati dan lemak hewan.

Minyak nabati dan lemak hewan memiliki kelemahan apabila diaplikasikan langsung pada mesin diesel. Karakteristik fisik seperti densitas dan viskositas serta karakteristik kimia seperti bilangan setana dan nilai kalori dinilai menghambat kinerja mesin apabila dibandingkan dengan bahan bakar solar. Ada dua hal utama yang dapat dilakukan berkaitan dengan masalah tersebut. Pertama adalah dengan mengubah karakteristik bahan sehingga menyesuaikan dengan kondisi mesin dan cara kedua adalah dengan mengubah mesin sehingga dapat digunakan dengan menggunakan bahan minyak nabati ataupun lemak hewan. Cara pertama dipandang lebih sederhana, mudah dan ekonomis bila dibandingkan dengan cara kedua. Untuk itulah teknologi konversi bahan organic menjadi biodiesel dikembangkan.

Alternatif Teknologi Pembuatan Biodiesel

  1. Esterifikasi (Fischer) dengan menggunakan pereaksi Alkohol-katalis asam


Reaksi esterifikasi (Fischer) adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama sebuah alkohol dengan katalis asam [1]. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya adalah asam sulfat. Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya adalah asam sulfat pekat. Terkadang juga digunakan gas hidrogen klorida kering, tetapi katalis-katalis ini cenderung melibatkan ester-ester aromatik (yakni ester yang mengandung sebuah cincin benzen).

Reaksi esterifikasi berlangsung lambat dan dapat balik (reversibel). Persamaan untuk reaksi antara sebuah asam RCOOH dengan sebuah alkohol R’OH (dimana R dan R’ bisa sama atau berbeda) adalah sebagai berikut:

Persamaan Reaksi Esterifikasi
Persamaan Reaksi Esterifikasi

  1. Transeterifikasi dengan menggunakan pereaksi Alkohol-katalis basa


Transesterifikasi (biasa disebut dengan alkoholisis) adalah tahap konversi dari trigliserida (minyak nabati) menjadi alkyl ester, melalui reaksi dengan alkohol, dan menghasilkan produk samping yaitu gliserol. Di antara alkohol-alkohol monohidrik yang menjadi kandidat sumber/pemasok gugus alkil, metanol adalah yang paling umum digunakan, karena harganya murah dan reaktifitasnya paling tinggi (sehingga reaksi disebut metanolisis).

  1. Estrans dengan katalis biologis (biokatalis


Beberapa kritik yang ditujukan terhadap proses transesterifikasi kimiawi adalah tingginya konsumsi energi proses serta masih terikutnya senyawa-senyawa pengotor dalam metil ester, seperti [mono, di] gliserida, gliserol, air, dan katalis alkalin yang dipergunakan (Salis dkk., 2005; Han dkk, 2005; Toda dkk, 2006). Pemurnian metil ester terhadap senyawa-senyawa pengotor tersebut memerlukan tambahan energi dan material dalam proses transesterifikasi minyak menjadi biodiesel.

Salis dkk. (2005) mengajukan teknik katalisasi biologis (biocatalysis) untuk memproduksi biodiesel, oleic acid alkyl ester (dalam hal ini butil oleat), dari triolein menggunakan beberapa macam katalis biologis, yakni Candida Antarctica B, Rizhomucor Miehei, dan Pseudomonas Cepacia. Karena mahalnya harga katalis biologis dibandingkan katalis kimiawi, maka penggunaan katalis biologis tersebut dilakukan dengan cara immobilisasi pada katalis. Teknik ini sekaligus memungkinkan dilakukannya proses kontinyu dalam produksi biodiesel. Dari hasil pengujian yang dilakukan Salis dkk. (2005), ditemukan bahwa Pseudomonas Cepacia merupakan katalis biologis yang paling baik dalam menghasilkan 100% butil oleat (oleic acid ethyl ester) dalam waktu 6 jam. Temperatur optimum reaksi ini adalah 40oC.

Toda dkk (2006) juga menggunakan jalur katalis biologis untuk memproduksi biodiesel dari minyak tumbuhan. Mereka membuat katalis padat (solid catalyst) dari gula dengan cara melakukan pirolisis terhadap senyawa gula (D-glucose dan sucrose) pada temperatur di atas 300oC. Proses ini menyebabkan karbonisasi tak sempurna terhadap senyawa gula dan terbentuknya lembar-lembar karbon aromatik polisiklis (polycyclic aromatic carbon sheets). Asam sulfat (sulphuric acid) kemudian digunakan untuk mensulfonasi cincin aromatik tersebut sehingga menghasilkan katalis. Katalis padat yang dihasilkan dengan cara ini disebutkan memiliki kemampuan mengkonversi minyak tumbuhan menjadi biodiesel lebih tinggi dibandingkan katalis asam sulfat cair ataupun katalis asam padat lain yang telah ada sebelumnya.

  1. Esterifikasi/Tranesterifikasi tanpa Katalis


Han dkk. (2005) [2] melakukan proses transesterifikasi pada minyak kedelai (soybean oil) menggunakan methanol superkritik dan co-solvent CO2. Tidak adanya katalis pada proses ini memberikan keuntungan tidak diperlukannya proses purifikasi metil ester terhadap katalis yang biasanya terikut pada produk proses transesterifikasi konvensional menggunakan katalis asam/basa. Han dkk. (2005) melakukan perbaikan pada proses transesterifikasi menggunakan methanol superkritik dengan menambahkan co-solvent CO2 yang berfungsi untuk menurunkan tekanan dan temperatur operasi proses transesterifikasi. Hal ini berkorelasi langsung pada lebih rendahnya energi yang diperlukan dalam proses transesterifikasi menggunakan methanol superkritik. Namun demikian, temperatur yang terlibat dalam proses yang dilakukan Han dkk (2005) masih cukup tinggi, yakni sekitar 280oC.

  1. Estrans dengan menggunakan gelombang mikro (microwave)


Pada pengujian proses transesterifikasi, bahan yang digunakan sebagai pembentuk biodiesel adalah campuran minyak goreng curah, metanol dan katalis. Peralatan yang didesain dalam penelitian ini diharapkan dapat melakukan proses transesteri-fikasi secara kontinu.

Perangkat microwave yang digunakan dalam desain ini diuji coba pada 3 daya yaitu pada 400, 500 dan 650 watt, sehingga total daya yang dihasilkan oleh perangkat transesterifikasi adalah 800, 1000 dan 1300 watt. Ketiga daya ini akan diuji coba untuk mengetahui pengaruh daya microwave yang digunakan terhadap hasil biodiesel.

  1. Estrans dengan menggunakan katalis sodium metilat


Katalis umumnya memiliki harga yang cukup mahal. Untuk skala produksi dengan kapasitas besar “industry” digunakan katalis sodium metilat yang dianggap lebih murah dan tersedia dalam jumlah cukup.

Sumber Pustaka

[1] http_://id.wikipedia.org/wiki/Esterifikasi_Fischer

[2] http_://www.kamusilmiah.com/mesin/mengenal-biodiesel-karakteristik-produksi-hingga-performansi-mesin-2/

[3] Chomsin Sulistya Widodo, Muhammad Nurhuda, Aslama A., Hexa A., dan Saiful Rahman. 2006. Studi Penggunaan Mikrowave pada Proses Transesterifikasi Secara Kontinu untuk Menghasilkan Biodiesel. Brawijaya

Cara Install, Pakai dan Menggunakan Freemind Software Mind Map

Ada banyak software atau aplikasi mind mapping (peta pikiran) yang dapat anda download secara gratis maupun berbayar dari internet. Anda cukup mengetikkan kata kunci mind map software download di kolom pencarian Google, maka anda akan disuguhi banyak link download yang siap anda lahap. Namun dalam ulasan singkat ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan salah satu software mind map yang telah saya gunakan. Nama aplikasi tersebut adalah FreeMind.

Cara Instal Freemind

Langkah pertama yang perlu anda lakukan sebelum menggunakan software freemind adalah download software freemind. Anda dapat mendownloadnya disini. Platform yang didukung aplikasi ini antara lain Windows, Linux dan Mac. Versi freemind saat saya menulis artikel ini adalah Fremind v1.0.1 dengan ukuran file 38 Mb untuk platform Windows dengan fitur All-inclusive version. Setelah anda mendownload file freemind, langkah selanjutnya adalah instalasi freemind di komputer anda. Untuk platform windows, instalasinya sangat mudah seperti halnya install program biasa lainnya. Namun, untuk platform linux seperti ubuntu, anda dapat mengunjungi situs tutorial cara install freemind di ubuntu disini dan disini. Setelah proses instalasi freemind selesai, maka anda siap memakai dan menggunakan software freemind untuk membantu kerja anda.

Bagaimana Cara Pakai Dan Menggunakan Aplikasi Freemind


Aplikasi freemind umumnya digunakan untuk membuat kerangka sebuah tulisan, struktur bahasa program maupun struktur sebuah website. Dengan memiliki acuan dasar, maka proses membangun (development) akan menjadi lebih terstruktur, terarah dan tidak akan melebar. Menurut saya pribadi, freemind sangat mudah digunakan. Anda dapat menemukan beberapa tutorial cara menggunakan freemind disini. Freemind juga saya gunakan untuk memperbaiki struktur web SlametPurwanto.Com yang awalnya berantakan.

Video Cara Install, Pakai dan Menggunakan Freemind Software Mind Map

Bagi anda yang kesulitan untuk mengaplikasikan freemind, berikut ini ada video yang saya ambilkan dari Youtube. Semoga tutorial freemind ini dapat membantu pekerjaan anda.

Saya berharap dengan memiliki stuktur website yang baik, maka akan mendongkrak performa SEO di mata search engine. Hal ini berhubungan dengan navigasi sebuah situs yang juga memiliki nilai di mata mesin pencari seperti Google. Semoga artikel singkat tentang Cara Install, Pakai dan Menggunakan Freemind Software Mind Map ini berguna untuk anda. Saran dan komentar anda terkait aplikasi mind map juga kami harapkan.

Kata Kunci terkait: Cara Membuat Freemind, Cara Menggunakan Aplikasi Freemind, Cara Menggunakan Freemind, Cara Menggunakan Software Freemind, Cara Pakai Freemind, Produk Digital, Struktur Web SEO

Pabrik Bungkus Plastik di Indonesia

Pabrik Bungkus Plastik - Di Indonesia ada banyak sekali Perusahaan yang bergerak di bidang Flexible Packaging/ kemasan, tetapi disini akan saya fokuskan ke kemasan plastik saja.Semua informasi/ daftar di sini akan saya update secara maraton.

Alcan Packaging
Website : http://www.flexipack.co.id/
Alamat : Head Office dan Factory : Jl. Gatot Subroto Km 5,4 Tangerang, Banten, Indonesia
Telp : +(62-21)591-9455
Fax : +(62-21)591-8102 or 591-9459

Argha Karya Prima Industry PT. Tbk.
Website : http://www.arghakarya.com/
Alamat : Head Office dan Factory : Jl. Pahlawan 53,Karang Asem Barat, Citeureup, Bogor 16810, Indonesia
Telp : +(62-21) 875 2707
Fax : +(62-21) 875 2248

Bina Rukun PT.
Alamat : Jl Cempaka Raya Km 38 BEKASI 17510
Telp : +(62-21) 8801361
Info : Mempunyai Cylinder Maker sendiri ( In House)

Interact PT.
Website : http://www.interact.co.id
Alamat : Jl Raya Narogong Km 7 BEKASI 17310
Telp : +(62-21) 8250166, 8250167, 8255388, 82603985
Fax : +(62-21) 8250167

Mutiara Hexagon PT.
Website : http://www.mutiara.hexagan.co.id
Alamat : Jl Perjuangan Raya 1 Kompl Graha Mas Bl B-15
JAKARTA 11160
Telp : +(62-21) 533 2460
Fax : +(62-21) 533 2453
Nava Hita Karana PT (Navapack)

Rotogravure & Flexible Packaging
Website : http://nava.co.id/
Alamat : Jl. Industri Raya Blok C No.1 Pasir Jaya Tangerang 15135

Supernova PT.
Website : http://www.supernova-id.com/
Alamat : Jl. Ancol Barat VI No. 1-2 Jakarta Utara, 14430, Indonesia
Telp : +(62-21) 691 2870
Fax : +(62-21) 691 5375

Uniflex Kemasindo PT.
Website : http://www.uniflex.co.id/
Alamat : Bekasi International Industrial Estate, Jl. Inti 1 Blok C1 No.5
Lippo Cikarang, Bekasi 17550, Jawa Barat – Indonesia
Telp : +(62-21) 8990 5555
Fax : +(62-21) 8990 5556

Unipack Indosystems PT.
Website : http://www.unipack.co.id/
Alamat : Office & Factory, Jl. Inpeksi Kalimalang KM. 2 Desa Suka Danau,
Cikarang Barat 17520, Indonesia
Telp : +(62-21) 883 600 66
Fax : +(62-21) 883 600 62

Mempunyai daftar pabrik plastik terbaru, silahkan tambahkan di posting komentar.

Stripper dalam Arti Kimia - Prinsip proses pemisahan

Stripper dalam Arti Kimia adalah pemisah, sedangkan prosesnya disebut dengan stripping. Dalam Ilmu Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia.


Stripper dalam Arti Kimia diperlukan untuk mendapatkan zat dengan kemurnian (purity) yang tinggi. Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia. Suatu contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. Minyak bumi merupakan campuran berbagai huuuhidrokarbon. Pemanfaatan hidrokarbon-hidrokarbon penyusun minyak bumi akan lebih berharga bila memiliki kemurnian yang tinggi. Proses pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya akan menghasilkan produk LPG, solar, avtur, pelumas, dan aspal.

Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya lebih murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi), proses pemisahan kimiawi harus dilakukan.

Stripper dalam Arti Kimia merupakan proses yang kompleks. Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fase komponen penyusun campuran. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fase) atau campuran heterogen (lebih dari satu fase). Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fase: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan.

Prinsip proses pemisahan

Untuk proses pemisahan suatu campuran heterogen, terdapat empat prinsip utama proses pemisahan, yaitu:
  1. Sedimentasi
  2. Flotasi
  3. Sentrifugasi
  4. Filtrasi
Proses pemisahan suatu campuran homogen, prinsipnya merupakan pemisahan dari terbentuknya suatu fase baru sehingga campuran menjadi suatu campuran heterogen yang mudah dipisahkan. Fasa baru terjadi / terbentuk dari adanya perbedaan sifat fisik dan kimiawi masing-masing komponen. Berbagai metode tujuh digunakan untuk terjadinya suatu fase baru sehingga campuran homogen dapat dipisahkan adalah:
Absorpsi
  1. Adsorpsi
  2. Kromatografi
  3. Kristalisasi
  4. Distilasi
  5. Evaporasi
  6. Elektroforesis
  7. Evaporation
  8. Ekstraksi
  9. Leaching
  10. Ekstraksi cair-cair
  11. Ekstraksi padat-cair
  12. Pembekuan fraksional
  13. Presipitasi
  14. Rekristalisasi
  15. Stripping
  16. Sublimasi
Semoga artikel tentang Stripper dalam Arti Kimia ini bermanfaat buat anda.

Cara Setting Amazon Payment Payooner + Gratis Kartu Payoneer

Cara Setting Amazon Payment Payooner itu mudah lho. Sebelumnya ane rangkum dulu kutipan para mastah internet marketing tentang apa itu kartu Payoneer. Intinya sih, kartu Payoneer dapat digunakan para internet marketer yang ingin gajian lewat mesin ATM. Misalnya agan adalah publisher Infolinks, maka gajian yang biasanya lewat PP bisa dicairkan di ATM yang berlogo MasterCard. Atau agan seneng maen Amazon biasanya gajian dikirim dalam bentuk cek / Amazon Gift Card, nah kartu Payoneer merupakan alternatif lain untuk mencairkan $ yang kita kumpulkan. Agan bisa dapatkan kartu payoneer dengan daftar melalui link https://share.payoneer.com/nav/vJm_sude_QYDxc5zjIRoCrVsbyc9wqX_GVAUyHOGuIlQM4c17iNZuhX84-8kaIp1Mj-rGyygicojfOxD0Tbsmg2

Termasuk ane pun juga sudah menggunakan kartu debit payoneer. Ane pake kartu Payoneer sebagai alternatif pencairan dollar dari bisnis affiliasi yang ane jalanin, yaitu Amazon affiliate. Situs affiliasi yang ane ikutin memberikan 2 pilihan pembayaran: Cek dan Direct Deposit.

Ane bermaksud untuk melakukan Direct Deposit Payoneer yang memiliki kelebihan misalnya proses yang lebih cepat (jika dibandingkan dengan pengiriman lewat cek dari Amrik memakan waktu 2 bulanan dari mulai cek dikirim + proses di bank sini). Selain itu katanya biaya pencairannya lebih murah (pengalaman ane nyairin cek di Mandiri kena biaya 300++rb-an, kalo Direct Deposit hanya 1% per transaksi).

So, bagi temen2 yang juga maen affiliasi (misalnya CJ.com/Amazon.com) ga ada salahnya untuk mencairkan $-nya lewat Direct Deposit Payoneer karena pencairan akan lebih cepat (jika Cek).

Gimana caranya CJ.com/Amazon.com <--> Payoneer, caranya dengan bantuan Payoneer Virtual Bank Account di US sono, syarat pertama untuk membuat Virtual Bank Account yaitu dengan memiliki kartu debit Payoneer.

Cara Setting Amazon Payment Payooner

Untuk Amazon.com ga bisa. Ane coba setting payment lewat DDA Payoneer. Ane set tanggal 12 Desember seperti ini:



Bagaimana Cara setting akun amazon menggunakan payooner? Repostst: ads-id.com

Cara Repair File Word 2007 Yang Di Encode Yang Rusak dengan Software

Cara Repair File Word 2007 Yang Di Encode Yang Rusak dengan menggunakan software gratisan. File word 2007 yang rusak bisa diperbaiki dengan menggunakan bantuan aplikasi bernama OfficeFix atau menggunakan file recovery yang disediakan oleh Microsoft. Pada prinsipnya kerusakan tersebut bisa disebabkan oleh virus atau aplikasi yang merusak file word. Selain itu, kerusakan file juga bisa disebabkan oleh matinya computer secara tiba-tiba. Transfer data yang terjadi saat penulisan filekehardisk bisa terganggu karena matinya arus listrik secara mendadak. Oleh karena itu, selalu lakukan penyimpanan berkala untuk menghindari kerusakan file karena matinya listrik yang kita tidak ketahui.

Dengan menggunakan bantuan software OfficeFix, ada dapat memperbaiki kerusakan file word yang rusak. Lebih hebatnya, software ini mampu memperbaiki kerusakan file dalam waktu yang sangat cepat (bergantung pada kemampuan computer dan tingkat kerusakan). Anda dapat memperbaiki file office seperti word,excel, acces, dan outlook dengan lebih mudah. Pengoperasian software ini sangat mudah.

Klik dan buka jenis file office yang ingin diperbaiki dan klik WORDFIX. Biarkan proses fixing berlangsung. Simpan file hasil recovery di tempat yang dikehendaki. Gampang kan?

Download OfficeFix

Viglink Product Poster Bot by Hery Tarmanto: Sebuah Review Cupu dari Seorang Nubie

Viglink Product Poster Bot secara resmi akan dirilis setelah hari Senin tanggal 24 Juni 2013. Namun demikian, para publisher viglink dapat mencicipi sensasi menggunakan bot ini sejak hari Rabu tanggal 19 Juni 2013. Jadi para user diberikan kesempatan untuk mencoba viglink product poster bot secara gratis selama 5 hari. Wow!! Menurut saya pribadi, ini akan sangat menguntungkan para pelaku internet marketing. Jadi calon pembeli akan tahu pasti barang yang akan dibelinya.

Berdasarkan pengalaman saya menggunakan bot yang didevelop oleh Hery Tarmanto, saya mendapati kesimpulan bahwa botnya terasa ringan dan cepat dalam melakukan grabbing content. Pak Hery sendiri mengklaim bahwa botnya dapat melakukan grabbing konten viglink 1000 post dalam waktu sekitar 10 menit. Cepat bukan?

Pengguna bot ini sangat dimanjakan untuk melakukan kustomisasi template postingan sehingga akan unik di mata mesin pencari. Fitur ini menurut saya sangat membantu untuk mengurangi isu duplikat konten yang sangat tidak disukai oleh search engine seperti gugel (baca: Google). Ada 10 slot fasilitas spin text yang dapat anda gunakan. Selain itu, anda juga dapat mengedit judul postingan dengan menambahkan buying keywords dan menambahkan label untuk setiap postingan. Tapi bot yang di develop oleh Pak Hery Tarmanto belum mendukung nested spin text atau spin di dalam spin. Menurut beliau proses nested spin text akan sangat membebani kinerja bot.

Fitur Viglink grabber for blogspot cukup lengkap. Fitur lainnya yang dapat anda gunakan adalah anda dapat menyimpan postingan dalam bentuk file xml untuk platform wordpress dan blogger. Anda mungkin telah mengetahui bahwa blogspot atau blogger adalah blog gratisan yang disediakan oleh google dan sangat banyak affiliate atau marketer Indonesia yang telah menggunakannya. Kekurangan menggunakan blog gratisan adalah anda tidak memiliki kontrol penuh terhadap blog anda. Jadi, jangan menangis saat blog anda dihapus karena status anda hanya numpang. Untuk melakukan postingan, anda dapat melakukan import file xml yang telah terbentuk oleh Viglink Product Poster Bot. Sebelum menyimpan file xml, pastikan anda telah melakukan setingan atau pengaturan rentang posting, judul postingan, label postingan dan jumlah post yang ingin disimpan.


Untuk masalah pelayanan purna jual atau after sales service, Pak hery tarmanto sangat cooperative. Anda dapat melakukan pertemanan melalui facebook beliau atau mengirimkan email keluhan ke alamat kontaknya

Menurut pendapat saya pribadi Viglink Product Poster Bot memiliki nilai 8 dari 10 dilihat dari fitur yang disediakan, kinerja bot dan pelayanan purna jual

Bagaimana cara menggunakan Viglink Product Poster Bot


Bagi anda yang belum terbiasa menggunakan bot produksi pak Hery Tarmanto silakan melihat videonya di sini

Dimana saya bisa mendapatkan Viglink Product Poster Bot versi trialnya?


Saya quote saja pernyataan dari fb beliau seperti berikut
Akhirnya release juga Viglink Poster Bot. Silakan nikmati versi trial sampai hari Senin besok

ASK : Mengapa Viglink Poster Bot tidak menampilkan related produk pada masing2 merchant. Kok malah menuju home merchant

JAWAB : Sebab prosesnya akan memakan waktu yg lama. Sebab bot harus menggrab ID Produk terlebih dahulu. Dan akan mencari /grab related secara satu persatu. Dan tentunya hal ini akan memakan koneksi anda

Estimasi Waktu
1. Jika memakai related produk, utk grab 1000 produk akan memakan waktu 35 menit
2. Tanpa memakai related produk, utk grab 1000 produk akan memakan waktu 10 menit

ASK : Apakah dengan tidak menampilkan related produk tetap akan dapet sales meski link ke home merchant

JAWAB : Tentu saja akan terjadi sales. Sebab cookies akan tertanam otomatis. Jadi anda tidak perlu galau

VIDEO TUTORIAL

DOWNLOAD LINK
mediafire(dot)com/download/45mj6c45f0zfir3/Viglink_Poster_Bot_Trial.rar
Silakan mencoba versi trial Viglink Product Poster Bot by Hery Tarmanto

Kajian Teknoekonomi Agroindustri Minuman Sari Tebu + Studi Kelayakan

Kajian Teknoekonomi Agroindustri : Minuman Sari Tebu “Rejuvenate Your Stamina Naturally”

Ditulis oleh Slamet Purwanto, Bahlina, dan Fherdes Setiawan
sebagai tugas Mata Kuliah Tekno Ekonomi pada Program Pascasarjana Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perubahan gaya hidup masyarakat yang dinamis ditandai dengan beredarnya berbagai macam produk “instan”. Saat individu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sendiri karena tidak tersedianya sumberdaya waktu yang cukup, maka produk instan menjadi pilihan yang dirasa sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebanyakan dari “kita’ sekarang ini sering berpikir bahwa akan lebih hemat bila mengkonsumsi produk instan. Hemat biaya sekaligus hemat waktu.

Salah satu produk instan yang diminati masyarakat saat ini adalah minuman ringan dalam kemasan. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik mengenai jumlah perusahaan minuman ringan di seluruh Indonesia dan nilai produksi, serta volume produksi untuk tahun 1994 - 1997 diperoleh informasi bahwa nilai dan volume produksi minuman ringan secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap produk-produk minuman ringan cenderung mengalami kenaikan.

Minuman ringan yang saat ini sedang berkembang memiliki banyak varian baik dalam hal rasa, bahan pengisi, dan desain kemasan yang masing-masing memberikan nilai tawar tersendiri kepada konsumen. Kemungkinan munculnya produk-produk baru dalam industri ini masih memberikan peluang yang cukup baik mengingat masih banyaknya hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan minuman ringan baru yang diterima oleh konsumen. Salah satu minuman ringan yang dapat dikembangkan melihat peluang ketersediaan bahan baku dan cara penyajian yang baru adalah minuman sari tebu dalam kemasan dengan varian rasa tertentu misalnya lemon.

Jika dilihat dari potensi bahan baku yang ada, Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memiliki luasan kebun tebu yang makin meningkat. Dalam 10 tahun terakhir luas areal perkebunan tebu di Indonesia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,75% per tahun dari hanya seluas 340.660 ha pada 2000 meningkat menjadi 473.841 ha tahun 2009 (www.datacon.co.id, 2010). Pemanfaatan tebu selama ini sebatas pada pembuatan gula. Hal tersebut menyebabkan petani tidak mempunyai pilihan untuk menjual hasil kebun tebunya selain kepada industry gula. Dengan pendirian industry minuman sari tebu, petani dapat memiliki ada alternative untuk menjual hasil kebun tebunya.

Penyajian minuman sari tebu yang ada saat ini adalah melalui penjualan secara langsung yaitu tebu diperas dan hasil perasannya yang kemudian disajikan dalam bentuk cup atau kemasan yang lainnya. Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan jika target jumlah konsumen dan cakupan wilayah ingin ditingkatkan dan diperluas karena daya jangkau dan daya tahan produk yang terbatas sehingga minuman sari tebu perlu disajkan dalam bentuk yang lain yang dapat menjangkau konsumen dengan cakupan yang lebih luas yaitu dalam bentuk kemasan dalam kaleng dengan tambahan cita rasa tertentu.

Pengolahan tebu menjadi minuman sari tebu diharapkan akan dapat meningkatkan nilai tambah produk olahan tebu. Dengan demikian, industry ini dapat meningkatkan taraf hidup petani tebu secara tidak langsung.

1.2. Manfaat

Manfaat dari pendirian industri minuman sari tebu adalah :
  1. meningkatkan nilai tambah (added value) tebu sehingga pendapatan petani dapat meningkat;
  2. membuka dan memperluas kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat;
  3. meningkatkan pendapatan penduduk setempat dan sekitarnya;
  4. mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah yang bersangkutan, serta menambah pendapatan daerah berupa pajak dan retribusi;
  5. sebagai wujud peran serta terhadap program pemerintah dalam pengembangan pembangunan sektor pertanian;
  6. dampak positif pembangunan proyek ini adalah berkembangnya daerah sekitar proyek dalam segi sosial, ekonomi, kultural dan budaya terutama dan utama sekali bagi daerah di sekitar pendirian industri.

1.3. Ruang Lingkup

Aspek-aspek yang dikaji dalam studi ini mencakup aspek kondisi wilayah, bahan baku, serta pasar dan pemasaran. Selain itu, juga akan dikaji mengenai aspek teknis dan teknologis, manajemen produksi, dan finansial.

BAB II PROFIL USAHA

2.1 Bentuk Perusahaan

Bentuk perusahaan yang akan dikembangkan adalah Perseroan terbatas (PT) dengan nama perusahaan PT. Sari Tebu Alami. Kepemilikan modal dalam perusahaan ini adalah berdasarkan investasi saham yang ditanamkan oleh anggota pemegang saham.. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Keuntungan dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

2.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang ramping merupakan bentuk organisasi yang paling efisien. Dalam perusahaan yang baru didirikan sebaiknya memperhitungkan biaya SDM terkait dengan struktur organisasi.
Gambar 1. Struktur organisasi perusahaan

Struktur organisasi perusahaan disesuaikan dengan pembagian tugas secara fungsional untuk memudahkan dalam proses manajemen organisasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan dan pengontrolan. Masing-masing jabatan dalam struktur memiliki tugas dan tanggung jawab khusus sesuai dengan tingkatan dan bidangnya. Secara umum struktur organisasi terdiri dari Direktur yang menjadi pimpinan tertinggi dalam perusahaan, General Manager yang menjadi pimpinan bagi semua manager (Manager Produksi, Manager operasional, Manager keuangan, Manager SDM, dan Manager pemasaran) dan kepala bagian yang berada dibawah manager.

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

Visi perusahaan adalah menjadikan perusahaan sebagai perusahaan minuman ringan yang memiliki daya saing dalam kancah perdagangan global. Adapun Misi perusahaan adalah :
  1. Meningkatkan nilai jual komoditas lokal khususnya tebu
  2. Membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja
  3. Menciptakan produk yang memiliki daya saing internasional

III. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

3.1. Permintaan dan Penawaran Minuman ringan

3.1.1 Permintaan
Minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas Indonesia) dan sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA menunjukkan bahwa pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50). 72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan. Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi dibandingkan dengan es krim

Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar.

3.1.2 Penawaran
Perkembangan Industri minuman ringan di Indonesia memiliki trend yang semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah outputnya. Output industri minuman ringan dari tahun 1996 sampai 2005 cenderung mengalami peningkatan dari 1.380.685.576 rupiah pada tahun 1996 menjadi 5.810.032.207 ribu rupiah pada tahun 2005. (Tabel.1).

Tingginya nilai permintaan menjadi indikator peluang dalam pendirian perusahaan yang memproduksi minuman ringan. Pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa jumlah perusahaan juga cenderung mengalami peningkatan dari sebanyak 236 perusahaan pada tahun 1996 menjadi 263 perusahaan pada tahun 2005.

Industri minuman ringan juga termasuk salah satu industri yang tidak terlalu terganggu oleh krisis multi sektor yang terjadi pada tahun 1997/1998. Hal ini terbukti dengan tetap meningkatnya julah output serta jumlah perusahaan yang bergerak di industri minuman ringan pada tahun 1999. Kondisi setelahnya juga tampak tidak terlalu terpengaruh mengingat nilai penurunan dan peningkatannya termasuk dalam batas normal.

Tabel 1. Output (dalam ribuan rupiah) dan jumlah perusahaan dalam industry minuman ringan Indonesia Tahun1996-2005

Tahun
Jumlah Output
Jumlah perusahaan
1996
1.380.685.576
236
1997
1.581.802.563
242
1998
1.841.213.456
227
1999
1.885.283.242
241
2000
2.609.409.315
223
2001
2.974.895.275
218
2002
3.388.939.875
222
2003
3.645.000.556
212
2004
4.062.850.790
240
2005
5.810.032.207
263

Sumber : BPS


3.2. Persaingan dan Peluang Pasar

Minuman ringan pada dasarnya diklasifikasikan menjadi 6 jenis, yakni minuman sari buah, berkarbonasi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), teh siap saji, kopi dan susu siap saji, serta minuman isotonik/energi. Berdasarkan persentase penguasaan pasar minuman ringan, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menduduki posisi tertinggi yaitu 65 %, diikuti minuman teh siap saji 14%, minuman ringan berkarbonasi 13% dan lainnya sebesar 8%. Melihat persentase pangsa pasar yang ada maka produk minuman sari tebu dalam kemasan akan mencoba untuk masuk dalam pasar produk minuman ringan selain AMDK, teh siap saji dan minuman ringan berkarbonasi yaitu sebesar 8% . Dari angka ini, target pasar yang akan diambil oleh perusahaan adalah 20%.

Gambar 2. Persentase pangsa pasar minuman ringan

Asumsi besaran angka peluang pasar dihitung berdasarkan target pasar yang akan dituju yaitu jumlah orang dewasa berumur lebih dari 15 tahun dan pengembangan pasar keseluruh Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2010, data jumlah penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun adalah 171.017.420 jiwa. Berdasarkan data pada tabel 2. tersebut maka asumsi target produksi adalah sebesar 243.225 kaleng/hari.

Tabel 2. Asumsi target produksi berdasarkan potensi pasar
Uraian Asumsi Jumlah Satuan
Konsumsi 8 liter per kapita
Jumlah target pasar 20% 2,736,279 penduduk (15+)
Total produksi per tahun 21,890,230 liter per tahun
Total produksi per bulan 1,824,186 liter per bulan
Total produksi per hari 72,967 liter per hari
Kemasan 1 kaleng 0.300 liter
Produksi per tahun 72,967,433 kaleng
Jumlah hari kerja/thn 300
Produksi per hari 243,225 kaleng


3.3 Strategi Pemasaran

Rencana pemasaran berkaitan dengan strategi pemasaran. Terdapat berbagai kegiatan yang harus dilalui oleh barang dan jasa sebelum sampai ke konsumen. Ruang lingkup kegiatan yang luas itu disederhanakan menjadi empat kebijakan pemasaran yang dapat dikontrol yang biasa disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix). Definisi dari bauran pemasaran adalah perpaduan dari tindakan-tindakan produk, harga, promosi dan distribusi dalam memasarkan produknya atau melayani konsumennya.

(a) Strategi Produk

Menurut Ichsan et al. (2003), strategi produk mengasumsikan bahwa calon konsumen dalam menetapkan produk yang dibeli menitikberatkan pada kualitas dan karakteristik produk tersebut. Minuman sari tebu dalam kemasan adalah minuman yang dihasilkan dari sari tebu asli yang dikemas dalam cup atau kaleng dengan tambahan beberapa varian rasa dan bahan pengisi tertentu seperti nata aloevera . Keunggulan produk ini adalah cita rasa sari tebu alami tanpa menggunakan pemanis buatan dan mengandung vitamin Riboflavin dan kalori yang berasal dari sari air tebu alami. Nama produk yang akan dipasarkan adalag “ Sugar Cane Energy Drink” dengan tagline “Rejuvenate Your Stamina Naturally”.

(b) Strategi Harga

Umumnya harga ditetapkan perusahaan akan berada pada suatu titik antara harga yang terlalu rendah dan yang terlalu tinggi. Biaya produksi menentukan harga terendah dan persepsi konsumen terhadap nilai produk menentukan harga tertinggi. Perusahaan harus dapat menentukan harga diantara kedua titik tersebut untuk menentukan harga yang paling baik. Yang menjadi dasar penentuan harga jual minuman sari tebu ini adalah dengan melihat harga pokok produksi, lalu ditambah dengan margin yang diinginkan. Penentuan harga jual ini juga dengan mempertimbangkan perkembangan harga jual minuman ringan di pasar.

Harga minuman ringan khususnya dalam kemasan kaleng di tingkat pengecer memiliki kisaran harga antara Rp 5.000 – Rp 6.000. Bagi para pengecer atau penjual grosir produk minuman ringan merupakan barang dagangan terpenting mereka dengan kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan nilai keuntungan sebesar 34%. Sehingga harga yang akan ditetapkan bagi perusahaan adalah pengurangan antara harga jual ditingkat pengecer dengan persentase keuntungan yang diberikan yaitu sekitar Rp 2.500 – Rp 3.500. Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang berarti bahwa saat terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan prosentase yang lebih besar daripada prosentase kenaikan harga tersebut.Dengan demikian maka harga jual akan dipertahankan untuk tetap berada pada rentang yang tidak mengakibatkan penurunan atau berkurangnya penjualan.

(c) Strategi Promosi

Promosi pada hakekatnya merupakan suatu bentuk komunikasi yang mencoba mempengaruhi perilaku pembelian dari pelanggan maupun calon pelanggan. Peran promosi adalah menjelaskan atau menginformasikan kepada pelanggan mengenai karakteristik dan keunggulan dari produk yang dimiliki. Promosi menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen untuk membeli produk tersebut. Promosi untuk menjual minuman sari tebu yang dihasilkan oleh industri dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan media informasi seperti pembuatan iklan di surat kabar, internet dan televisi.

(d) Strategi Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirim serta menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen. Startegi distribusi dalam memasarkan produk minuman sari tebu dalam kemasan ini adalah melalui penjualan grosir dan pedagang eceran khususnya yang tersebar di kota-kota besar. Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan pedagang grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil.

3.6 Bisnis Model

3.7 Segmentasi Pasar

Sebagaimana minuman dalam kemasan yang telah banyak diproduksi , minuman sari tebu dalam kemasan juga memiliki segmentasi pasar yang sama yaitu sebuah produk minuman yang memiliki nilai tawar berupa rasa khas sari tebu asli yang bisa dinikmati oleh konsumen dengan tambahan berbagai varian rasa dan bahan pengisi yang tetap mempertahankan cita rasa sari tebu yang alami.

Cakupan wilayah pasar yang ingin dicapai oleh perusahaan ini adalah wilayah Pulau Jawa yang menjadi target utama dan non Pulau Jawa khususnya di kota-kota besar seperti, Lampung, Medan, dan kota-kota besar lainnya. Kota-kota besar menjadi target pemasaran produk ini karena minuman ringan dalam kemasan sudah menjadi bagian dari gaya hidup konsumsi masyarakat perkotaan. Konsumen utama produk ini umumnya adalah orang dewasa khususnya para pemuda yang menjadi konsumen terbesar minuman ringan di Indonesia.

BAB IV. ASPEK TEKNIS PRODUKSI

4.1. Lokasi Usaha

Pabrik sari minuman air tebu ini akan didirikan di Malang, Jawa timur. Secara astronomis terletak 112,06° - 112,07° Bujur Timur dan 7,06° - 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang
  • Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
  • Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Alasan pemilihan lokasi:
Lokasi pabrik ini dipilih karena adanya beberapa faktor yang melandasi pertimbangan, yaitu sebagai berikut:
  1. Jawa timur merupakan daerah penghasil tebu yang terbesar di Indonesia yaitu sebesar 1.258.531 ton (sumber: Statistik Perkebunan 2008 – 2010). Lokasi usaha tidak harus dekat dengan sumber bahan baku, hal ini karena sifat bahan baku yang awet dan hanya dihasilkan didaerah tertentu. Namun demikian lokasi usaha yang dekat dengan bahan baku lebih baik untuk efisiensi biaya transportasi.
  2. Letak Kabupaten Malang yang relatif tidak jauh dengan pasar Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  3. Tenaga kerja dapat diperoleh dengan mudah dari kota Malang dan sekitarnya, dimana jumlah penduduk Malang sampai tahun 2008sebesar 816.637 jiwa yang terdiri dari 404.664 jiwa penduduklaki-laki, dan penduduk perempuan sebesar 411.973 jiwa (http://www.malangkota.go.id/index2.php?id=1606071) sehingga kebutuhan SDM dapat terpenuhi.

  4. Sarana infrastruktur (jalan, jembatan, fasilitas umum dll) serta listrik dan air cukup memadai.
4.2. Fasilitas Produksi dan Peralatan

Berbagai fasilitas dan peralatan produksi yang dibutuhkan dalam usaha pengolahan minuman sari tebu antara lain :
  1. Lahan pabrik sebagai tempat untuk kegiatan produksi dan non produksi. Luas lahan yang dibutuhkan adalah 915 m2.
  2. Bangunan atau ruang produksi merupakan tempat kegiatan produksi mulai dari proses sortasi hingga proses pengemasan. Konstruksi dinding terbuat dari tembok dengan atap berupa seng atau genteng. Ruang produksi yang diperlukan seluas 225 m2.
  3. Ruang non produksi yang diperlukan adalah seluas 690 m2,
Rincian ruang non produksi adalah sebagai berikut:
  • Gudang penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan seluas 90 m2.
  • Gudang produk jadi. Produk jadi disalurkan setiap satu minggu sekali. Oleh karena itu, luas lahan yang dibutuhkan untuk produk jadi hanya untuk produk yang diproduksi selama 1 minggu. Penyimpanan produk diletakkan di dalam krat yang berukuran 190 x 150 cm. Krat-krat tersebut disusun bertumpuk dengan ketinggian maksimum sebanyak tiga tumpuk. Gudang produk ini terletak bersebelahan dengan gudang bahan baku, dimana luas ruangan yang dibutuhkan adalah seluas 90 m2
  • Kantor. Luas ruangan yang dibutuhkan untuk kantor adalah satu ruang direktur seluas 15 m2, dua ruang manajer masing-masing seluas 7,5 m2, satu ruang tamu seluas 15 m2, ruang staf seluas 35 m2, dan satu kamar mandi untuk pria dan satu kamar mandi untuk wanita masing-masing seluas 10 m2, keseluruhan luas kantor adalah 100 m2.
  • Sarana lain. Kebutuhan ruangan lainnya meliputi ruang panel listrik dan generator, tempat penanganan limbah, pos penjagaan, ruang mesin dan peralatan, kamar mandi, mushalla dan tempat parkir. Seluruh ruangan tersebut diperkirakan lahan seluas 100 m2.

4.3 Perencanaan Tata Letak Pabrik

Perencanaan tata letak pabrik ini di dasarkan atas bagian alir proses bahan dan diagram keterkaitan antara aktivitas yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya pabrik disusun dengan denah yang efektif dan efesien, keefektifian dan keefesienan perancangan pabrik ini diperoleh dari minimalnya jarak perpindahan bahan, keteraturan tempat kerja dan runutan aliran proses.

Gambar 3. Rencana tata letak pabrik minuman sari tebu

4.4. Bahan Baku

Bahan baku utama pembuatan sari minuman tebu adalah tebu hijau dengan kualitas yang baik (rendemen tinggi) yang diperoleh melalui pemasok yang berada di Jawa Timur dan sekitanya. Bahan baku ini merupakan produk lokal dan mudah didapatkan. Produksi tebu di Indonesia pada tahun 2009 mencapai 2,85 juta ton pertahun. Tebu banyak dihasilkan di Indonesia terutama di Pulau Jawa, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat.

Tebu ( Saccahrum Officinarum L. ) dapat tumbuh dengan baik di daerah ttropis dan sub tropis sampai batas garis isometric 20 ºC yaitu 39 º lintang utara dan 35 º lintang selatan. Untuk menghasilkan rendemen yang tinggi maka tebu terutama banyak ditanam di dataran rendah. Pada masa pertumbuhannya tebu memerlukan banyak air, sedangkan pada masa panen dikehendaki pada masa yang kering. Jika pada waktu masak terdapat banyak air maka akan terjadi pertumbuhan terus-menerus dari akar maupun tunas yang akan menyebabkan turunnya rendemen. Beberap faktor lain yang mempengaruhi rendemen dan produksi tebu antara lain tanah, pemupukan, dan penentuan wakt panen ( Goutara dan Wijandi 1985 dalam Erlina 2002 ).

Waktu panen tebu terbaik jika batang sudah masak (daun ujung membentuk kipas, kira-kira berumur 11-12 bulan). Pada sat tersebut potensi produksi gula tertinggi dan kadar non gula terendah, dengan kadar P2O5 tinggi yang menyebabkan tebu memliki rendemen yang paling tinggi.

Tebu yang telah dipanen dari areal budidaya tebu diangkut dan ditempatkan dalam areal penampungan. Untuk menghindari menurunnya rendemen, maka tenggang waktu yang ditolerir antara waktu tebang dan giling adalah kurang dari 48 jam.

Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan sari tebu ini yaitu asam askorbat, asam sitrat, sodium sitrat, potasium sitrat, sodium phosphat, citrus pektin, karbon aktif dan invertase.

4.5 Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan bagian dari keseluruhan proses produksi yang menjalankan setiap tahap produksi. Tenaga kerja yang digunakan dalam industri sari minuman tebu terdiri atas dua yairu tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yangs secara langsung terlibat dalam proses produksi sedangkan tenaga kera tidak langsung merupakan tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Sistem penggajian pabrik minuman sari tebu ini didasarkan pada faktor –faktor berikut yaitu; kemampuan keuangan perusahaan, analisis beban kerja jabatan, devisi gaji antar jabatan, dan standar gaji pada perusahaan lain yang sejenis serta UMR.

4.5. Teknologi

Proses pengolahan minuman sari tebu sudah menggunakan teknologi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan ada beberapa tahapan-tahapan proses pengolahan yang menggunakan mesin berteknologi tinggi seperti evaporator, mesin pasteurisasi. Mesin-mesin tersebut dapat dipesan/didapatkan dipasar domestik.

4.6. Proses Produksi Minuman Sari Tebu

Proses pembuatan minuman sari tebu meliputi tahapan-tahapan : pembersihan dan sortasi, pencucian dan sterilisasi, pembilasan dan sterilisiasi, penggilingan dan pengekstrusian, Acidifikiasi dan stabilisasi, pegendapan, filtrasi, pemurnian (penyaringan), intermediate storage (penyimpanan lanjut), Brix, PH, Adjustment (penyesuaian brix, PH) dan Enzym treatment, penambahan flavor dan warna pasteurisasi,pendinginan, penyimpanan dan pengisisan (pengemasan). Diagram alir proses pembuatan minuman sari tebu disajikan pada Gambar 4.3.

1. Pembersihan dan Sortasi
Proses sortasi dilakukan untuk memilih bahan baku yang sesuai dengan standar mutu minuman sari tebu. Proses ini dilakukan secara manual di tempat penerimaan bahan baku. Bahan baku yang tidak memenuhi syarat dikembalikan kepemasok, sedangkan yang memenuhi kriteria bahan baku akan dilakukan proses pembersihan meliputi akar, daun-daun bagian atas dan benda-benda asing.

2. Pencucian dan Sterilisasi
Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan water bath yang mengandung 0,1 – 1% (m/m) larutan yang mengandung seperempat senyawa ammonium sehingga proses sterilisasi menjadi lebih efektif. Hal ini dikarenakan larutan tersebut dapat menginaktifkan bakteri dan menghilangkan tanah yang masih terdapat pada tebu.

3. Pembilasan dan sterilisasi
Proses ini dilakukan dengan memasukkan tebu kedalam bak air, dimana bak tersebut mengandung larutan klorin 50 - 200 ppm. Penggunaan larutan ini merupakan hal yang umum dilakukan untuk grade komersial.

4. Penggilingan dan pengekstrusian
Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan roller crusher

5. Acidifikiasi dan stabilisasi
Proses Acidifikasi dilakukan dengan menambahkan larutan asam askorbat 100-500 mg/l. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perubahan warna. Secara bersamaan ditambahkan juga larutan asam sitrat kemudian dilakukan proses mixing. Penambahan asam sitrat ini bertujuan untuk menurunkan ph larutan hingga dimencapai ph < 5. Sedangkan larutan dasar secara serentak ditambahkan sodium sitrat kemudian diaduk. Tujuan penambahan larutan ini adalah untuk menstabilkan larutan asam. Larutan dasar adalah 0,01 – 0,1 % (m/m) larutan

Gambar 4. Diagram alir proses pembuatan minuman sari tebu

6. Pengendapan
Proses pengendapan dilakukan dengan membiarkan larutan tersebut selama ±1 jam, kemudian dilakukan proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan poliakril amida dan anion polielektrolit (flokulan) dengan dosis tidak melebihi 35 mg/l. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan aroma dan foulants.

7. Filtrasi
Proses filtrasi dilakukan dengan cara memasukkan sari tebu kedalam tubular ultrafiltration. Proses filtrasi ini berlangsung 2 tahap, tahap pertama dilakukan penyaringan terhadap partikel yang terkandung dalam sari tebu yang berukuran lebih besar dari 40000 x 10-9 kemudian pada tahap kedua dilanjutkan dengan penyaringan kembali untuk menghilangkan partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari 5000 x 10-9. Tubular ultrafiltration dioperasikan secara batch dengan resirkulasi dari sari tebu yang difilter pada tekanan umpan yang berkisar antara 200 – 600 kpa dengan suhu umpan yang bervariasi antara 25 ºC - 60 ºC

8. Pemurnian (penyaringan)
Pemurnian dilakukan dengan menggunakan karbon aktif. Proses pemurnian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan residu residu odor dan warna yang tidak diinginkan.

9. Intermediate storage (penyimpanan lanjut) dan Brix, ph, adjustment (penyesuaian brix, ph) serta enzym treatment
Proses intermediate storage dilakukan secara bersamaan dengan proses penambahan enzym invertase sebanyak 50mg – 100 mg kedalam sari buah kemudian dipanaskan pada suhu 60 ºC dan diaduk, dimana proses ini dilakukan selama ±6 jam. Hal ini dilakukan untuk merubah inversi sukrosa yang terkandung pada sari buah menjadi fruktosa dan glukosa. Kemudian dilanjutkan dengan pengaturan brix sari buah menjadi 65 - 82º brix dengan cara evaporasi pada suhu dibawah 60 ºC dengan vacum tinggi setelah dicapai brix yang diinginkan maka konsentrat sari buah dipasteurisasi pada suhu 75ºC - 90 ºC tidak boleh lebih dari 3 menit sampai dingin kembali mencapai suhu ambient.

10. Penambahan flavor dan warna
Dilakukan dengan menambahkan citrus pektin sebanyak 0,1 – 1% (m/m) kedalam minuman sari tebu.

11. Pasteurisasi
Dilakukan pada suhu 90ºC - 95 ºC selama 15- 25 detik

12. Pendinginan dan Penyimpanan
Dilakukan proses pendinginan dengan cara menyimpan sari buah pada ruang dengan suhu dibawah 4 ºC dan sari buah disimpan di dalam kontainer (tangki penampung produk).

13. Pengisian ( pengemasan)
Setelah dilakukan proses pengecekan quality control maka dilanjutkan dengan proses pengisian kedalam kaleng minuman yang berukuran 350 ml.

4.6. Produksi optimum

Produksi optimum usaha pengolahan minuman sari tebu ini adalah 8,360,852 kaleng perhari dengan menggunakan dua roller crusher. Tingkat produksi minuman sari tebu optimum sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku, efektifitas pemakaian mesin dan peralatan sesuai kapasitas terpasang, ketrampilan tenaga kerja.

BAB V. ASPEK KEUANGAN

Salah satu aspek penting yang menentukan apakah suatu usaha atau industri layak didirikan atau tidak adalah aspek keuangan. Dari analisis tersebut dapat diketahui kemampuan pengusaha untuk mengembalikan kredit yang diperoleh dari pemberi pinjaman, seperti bank. Analisis keuangan dapat dimanfaatkan pengusaha dalam proses perencanaan dan pengelolaan usaha industri “sugarcane energy drink”. Analisis dalam aspek keuangan meliputi telaah komponen dan struktur biaya, pendapatan, kebutuhan modal dan kredit, cash flow, evaluasi profitabilitas rencana investasi, analisis Break Even Point dan analisis sensitivitas.

5.1. Pemilihan Pola Usaha

Ada beberapa pola usaha yang dapat dijadikan pilihan dalam industri “sugarcane energy drink” yaitu mendirikan usaha penjualan jus tebu menggunakan sarana gerobak secara mandiri, membeli franchise usaha jus tebu yang sudah ada, mendirikan industri minuman sari tebu “sugarcane energy drink” yang bermerek atau pola usaha manufaktur. Pola usaha pertama dan kedua sudah banyak dijumpai dipasaran, sedangkan pola usaha yang ketiga bisa dikatakan belum ada di Indonesia.

Dari jenis-jenis pola usaha tersebut dipilih pola usaha yang ketiga untuk dijadikan landasan perhitungan dalam aspek keuangan. Seperti yang telah dijelaskan dalam bab mengenai aspek teknis dan teknologis, pola usaha manufaktur menggunakan peralatan dan mesin yang sudah ada di pasar local, dan jika memang tidak ada di pasar local tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan impor alat tersebut. Secara ringkas alat yang digunakan adalah pencuci, alat sterilisasi, penghancur atau crusher, penyaring, mixer, filling ke alat pengemas dan lain-lain. Kapasitas produksi yang dipilih yaitu kapasitas luaran atau produk 8,360,852 kaleng perhari yang disesuaikan dengan kapasitas mesin ekstrusi yang digunakan.

5.2. Asumsi

Untuk melakukan perhitungan aspek keuangan untuk mengetahui kelayakan usaha diperlukan adanya beberapa asumsi yang terkait dengan aspek teknis teknologis dan pola pembiayaan. Asumsi yang digunakan dalam perhitungan aspek keuangan didasarkan pada industri minuman terutama energy drink dengan menggunakan data dari berbagai pustaka. Asumsi-asumsi usaha disajikan secara ringkas pada Tabel 5.1 dan secara lengkap pada Lampiran 2.

Proyek diasumsikan akan berjalan selama 10 tahun. Hal tersebut mempertimbangkan umur ekonomis mesin-mesin yang digunakan untuk produksi. Kegiatan produksi diasumsikan berjalan sepanjang tahun, dengan asumsi hari kerja adalah 25 hari per bulan dan rata-rata jam kerja adalah 7 jam kerja per hari.

Kapasitas produksi usaha diasumsikan sebesar 8,360,852 kaleng per hari atau setara dengan 2,508,255,493 kaleng per tahun. Harga jual produk diasumsikan sebesar Rp 2.750 per kaleng dan hasil produksi diasumsikan terjual seluruhnya secara bertahap. Tahapan penjualan direncanakan pada tahun pertama 75% produk akan terserap pasar, pada tahun kedua 80% produk terjual, pada tahun ketiga 85% produk terjual, pada tahun keempat 90% produk terjual dan mulai tahun kelima dan seterusnya 100% produk direncanakan terjual seluruhnya. Mesin produksi direncakan akan berjalan secara bertahap yaitu mulai dari kapasitas 80 % di tahun pertama hingga kapasitas optimal (100%) mulai tahun ke-3 sampai akhir proyek (tahun ke-10). Sedangkan kapasitas operasi tahun ke-1 sebesar 80% dan tahun ke-2 sebesar 90%.

Tabel 5.1 Asumsi dan parameter teknis industri sugarcane energy drink

5.3. Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional

5.3.1 Biaya Investasi
Komponen biaya investasi mencakup biaya-biaya : 1) Perijinan, 2) Bangunan, 3) Pengadaan alat dan mesin serta fasilitas lainnya. Biaya ini bersifat tetap dan dikeluarkan pada tahun ke-0 yaitu sebelum kegiatan operasi usaha dilaksanakan. Total kebutuhan biaya investasi yang diperlukan yaitu sebesar Rp. 7,182,100,000. Kebutuhan biaya untuk masing-masing komponen disajikan pada Tabel 5.2. Rincian lengkap komponen biaya investasi disajikan pada Lampiran 3.

Tabel 5.2. Kebutuhan biaya investasi industri sugarcane energy drink.

Komponen biaya untuk lahan dan bangunan merupakan komponen biaya yang paling besar nilainya. Jumlah biaya untuk keperluan lahan dan bangunan mencapai 77,98% dari total kebutuhan biaya investasi.

5.3.2. Modal Kerja
Modal kerja merupakan dana yang digunakan untuk operasional usaha sampai usaha tersebut menghasilkan uang/pendapatan. Modal kerja meliputi biaya operasional usaha selama satu bulan sebesar Rp. 476,569,367,189 ditambah dengan stok bahan baku untuk bulan kedua selama satu bulan sebesar Rp. 6,429,160,481, sehingga total modal kerja sebesar Rp. 482,998,527,670. Komponen biaya modal kerja disajikan pada Tabel 5.3.

Tabel 5.3. Kebutuhan modal kerja industri sugarcane energy drink

5.3.3. Biaya Operasional
Biaya operasional merupakan biaya yang diperlukan dalam kegiatan produksi. Komponen biaya operasional mencakup biaya langsung/variabel dan biaya tetap. Komponen biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja langsung. Komponen biaya tetap terdiri dari tenaga kerja tetap, biaya perbaikan dan perawatan, overhead kantor/administrasi, biaya komunikasi, biaya pemasaran, biaya perawatan & perbaikan, biaya lain-lain (iuran, retribusi, dll), biaya transportasi, asuransi.

Kebutuhan biaya operasional industri pengolahan sugarcane energy drink pada kapasitas 100% besarnya mencapai Rp. 5,676,877,226,001, dengan perincian biaya variabel sebesar Rp. 5,675,629,526,001 dan biaya tetap sebesar Rp. 1,247,700,000. Komponen biaya operasional disajikan pada Tabel 5.4. Rincian komponen biaya operasional disajikan pada Lampiran 4.

Tabel 5.4 Kebutuhan biaya operasional industri sugarcane energy drink

5.4. Kebutuhan Dana untuk Investasi dan Modal Kerja
Kebutuhan dana untuk usaha industri sugarcane energy drink sebagaimana telah dijelaskan pada sub bab terdahulu meliputi biaya investasi sebesar Rp. 7,182,100,000 dan biaya modal kerja sebesar Rp. 482,998,527,670. Sumber dana yang digunakan untuk investasi dan modal kerja berasal dari dana sendiri dan kredit perbankan dengan proprosi sebesar 65%:35%. Kebutuhan dana investasi dan modal kerja disajikan pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5 Kebutuhan dana investasi dan modal kerja industri sugarcane energy drinkKredit yang diberikan perbankan menggunakan tingkat suku bunga 15,5% dengan sistem perhitungan bunga efektif menurun. Jangka waktu pengembalian kredit investasi selama 7 tahun dan kredit modal kerja selama 5 tahun. Angsuran pokok dan bunga dibayarkan setiap tahun. Rencana pembayaran angsuran pokok dan bunga disajikan pada Tabel 5.6. Rincian rencana pembayaran angsuran pokok dan bunga disajikan pada Lampiran 5.

Tabel 5.6 Rencana pembayaran Kredit investasi dan Kredit modal kerja

5.5. Produksi dan Pendapatan

Berdasarkan asumsi, kapasitas produksi usaha perhari sebesar 8,360,852 kaleng per hari atau setara dengan 2,508,255,493 kaleng per tahun. Sementara kapasitas produksi pada tahun pertama sebesar 80%, tahun kedua sebesar 90% dan tahun ketiga sampai akhir proyek sebesar 100%. Sedangkan harga jual produk sugarcane energy drink diasumsikan sebesar Rp. 2.750 per kaleng.

Total pendapatan yang diperoleh pada tahun pertama pada kapasitas operasi 80% dan 75% terjual adalah sebesar Rp 4,138,621,564,000, tahun kedua pada kapasitas operasi 90% dan 80% terjual adalah sebesar Rp. 4,966,345,876,800. Mulai tahun ketiga kapasitas produksi direncanakan 100% dan mulai tahun kelima penjualan ditargetkan 100% terjual dengan nilai penjualan sebesar Rp. 6,897,702,606,667. Proyeksi produksi dan penjualan disajikan pada Tabel 5.7. Perincian rencana produksi dan penjualan disajikan pada Lampiran 6.

Tabel 5.7 a. Proyeksi produksi sugarcane energy drink

5.6. Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point

Berdasarkan proyeksi produksi dan pendapatan, dapat diketahui pula proyeksi keuntungan/kerugian usaha. Pada tahun pertama usaha dan tahun kedua, perusahaan belum menghasilkan keuntungan atau dengan kata lain masih merugi. Memasuki tahun ketiga perusahan mulai mendapatkan keuntungan bersih setelah pajak dengan nilai sebesar Rp 11,576,270,532, profit on sales 0.12% dan BEP sebesar Rp 207,613,097,153 atau 75,495,672 kaleng minuman. Rincian proyeksi laba rugi dan break event point disajikan pada Lampiran 7.

Rata-rata keuntungan usaha industri sugarcane energy drink selama periode proyek (10 tahun) sebesar Rp 18,137,360,470, rata-rata profit on sales sebesar 0.25%.

5.7. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek

Proyeksi arus kas dilakukan untuk mengetahui kewajiban keuangannya kepada pihak lain. Dalam analisis arus kas juga dilakukan perhitungan kelayakan usaha yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio).

Pada proyeksi arus kas, arus kas masuk merupakan nilai hasil penjualan produk selama satu tahun. Sedangkan arus keluar mencakup pula biaya pemasaran/distribusi.

Proyeksi arus kas dengan pengelolaan dana pembiayaan dari Bank maupun dana milik sendiri menunjukkan bahwa industri sugarcane energy drink dapat mengembalikan kewajiban kepada Bank dan layak untuk dilaksanakan. Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan secara rinci disajikan pada Lampiran 8.

Hasil proyeksi pada tingkat suku bunga sebesar 15,5% yang disajikan pada Tabel 5.9 menunjukkan bahwa usaha ini memiliki NPV positif yaitu sebesar Rp 2,935,291,596,605, IRR lebih tinggi dari suku bunga yaitu sebesar 67.17% dan Net B/C Ratio lebih dari 1,00 yaitu sebesar 409.70. Sementara PBP selama 3 tahun 3 bulan menunjukkan bahwa investasi yang ditanamkan dapat tertutup kembali selama 3 tahun 3 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dilaksanakan.

Tabel 5.9 Ringkasan kelayakan usaha industri sugarcane energy drink

5.8. Analisis Sensitivitas Kelayakan Proyek

Analisis ini digunakan untuk mengetahui prediksi perubahan pendapatan dan pengeluaran yang menyebabkan perubahan pada arus kas. Analisis sensitivitas usaha dilakukan dengan tiga skenario perubahan yaitu penurunan harga jual produk, kenaikan biaya operasional serta kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional.

Hasil analisis sensitivitas pada masing-masing skenario dijelaskan sebagai berikut :

Penurunan harga jual
Pada skenario ini terjadi penurunan harga jual produk sementara biaya investasi dan biaya operasional tetap. Pada penurunan harga jual yang mengakibatkan penurunan pendapatan, usaha ini menjadi sensitif terhadapnya pada kisaran 9%-10%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.10.

Tabel 5.10. Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan harga jual

Tabel diatas menunjukkan bahwa pada penurunan harga jual 9% diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 1,00, NPV positif dan IRR mencapai 55.75%% serta PBP 8 tahun 2 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan penurunan harga jual sebesar 9% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada penurunan harga jual sebesar 10% proyek ini tidak layak dilaksanakan karena NPV negatif, Net B/C Ratio kurang dari satu, dan PBP melebihi umur proyek.

Kenaikan biaya operasional
Pada skenario ini terjadi kenaikan biaya operasional sedangkan biaya investasi dan harga jual produk tetap. Kenaikan biaya operasional ini meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Kenaikan biaya operasional ini dapat disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja atau yang lainnya. Pada kenaikan biaya operasional, usaha ini menjadi sensitif terhadapnya pada kisaran 11%-12%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.11.

Pada Tabel 5.11, kenaikan biaya operasional, baik biaya variabel maupun biaya tetap sebesar 11%, diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 3.10, NPV positif dan IRR mencapai 55.65%% serta PBP 9 tahun 11 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan peningkatan biaya operasional sebesar 11% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada peningkatan biaya operasional sebesar 12% proyek ini tidak layak dilaksanakan karena NPV negatif, Net B/C Ratio kurang dari 1,00 dan PBP melebihi umur proyek.

Tabel 5.11 Hasil analisis sensitivitas akibat kenaikan biaya operasional

Penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasi
Pada skenario ini terjadi penurunan harga jual sekaligus terjadi kenaikan biaya operasional pada saat yang sama dengan persentase yang sama. Pada kondisi ini, usaha menjadi sensitif terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional pada kisaran 5%-6%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.12.

Tabel 5.12 Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan harga dan kenaikan biaya operasional

Tabel diatas menunjukkan bahwa kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional sebesar 5% diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 1,00, NPV positif dan IRR mencapai 55.54% serta PBP 9 tahun 1 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional 5% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional sebesar 6% proyek ini tidak layak dilaksanakan Net B/C Ratio kurang dari satu, NPV negatif dan PBP melebihi umur proyek.

Hasil analisis sensitivitas terhadap semua skenario menyatakan bahwa usaha ini lebih sensitif terhadap perubahan harga jual produk dibandingkan terhadap perubahan biaya operasional. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan harga jual sebesar 10% telah menyebabkan usaha tidak layak dilaksanakan, sedangkan pada kenaikan biaya operasional sebesar 11% usaha masih layak dilaksanakan. Analisis sensitivitas secara lengkap disajikan pada Lampiran 9.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

Industri minuman sari tebu merupakan industri yang masih berpotensi untuk dikembangkan, dengan sumber bahan baku yang cukup memadai di Indonesia 2,85 juta ton pertahun dan besarnya potensi tebu yang belum termanfaatkan. Industri ini juga meningkatkan nilai ekonomis tebu dan sebagai salah satu minuman sumber energi. Selain itu, industri minuman ringan masih memberikan peluang pasar yang cukup baik karena trend pertumbuhannya dari tahun ketahun meningkat.

Hasil analisis usaha sohun pada tingkat suku bunga 15,5 % per tahun dan skala usaha 600 kg per hari menunjukkan layak diusahakan berdasarkan indikator kelayakan finansial, yaitu NPV = Rp 407.573.821, IRR = 56,30%, Net B/C ratio = 2,28 dan masa pengembalian modal (PBP) selama 2 tahun 2 bulan.

Hasil analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa usaha industri sohun bersifat lebih sensitif terhadap perubahan harga jual produk dibandingkan perubahan atau kenaikan biaya operasional. Pengembangan usaha industri minuman sari tebu memberikan manfaat yang positif baik dari aspek sosial ekonomi baik lokal maupun regional antara lain menyerap pengangguran, meningkatkan pendapatan petani sagu dan pendapatan daerah

7.2.Saran

Berdasarkan potensi bahan baku, prospek pasar, tingkat teknologi proses dan aspek finansial, usaha industri sari minuman tebu layak untuk direalisasikan dan disarankan Bank dapat memberikan kredit untuk pengembangan usaha ini, khususnya terhadap usaha kecil dan menengah.

Usaha industri ini perlu terus dibina agar dapat meningkatkan mutu produknya agar sesuai standar yang berlaku dengan cara upgrading teknologi sehingga prosesnya lebih efektif dan efisien. Penyesuaian standar mutu juga diperlukan agar produk minuman sari tebu dapat bersaing dipasar ekspor.

Penelitian yang berkesinambungan perlu dilakukan untuk menciptakan teknologi yang lebih baik, bahan baku yang menghasilkan mutu minumasn sari tebu paling baik dan pengawasan terhadap bahan baku/penolong yang berbahaya bagi manusia.